Recent post
Tampilkan postingan dengan label TROUBLESHOOTING JARINGAN. Tampilkan semua postingan
Application layer merupakan lapisan OSI Layer yang menyediakan interface atau antar muka antar aplikasi yang digunakan untuk melakukan komunikasi di dalam jaringan, dan kemudian membantu mengerimkan dan menerima pesan yang dikirimkan di dalam jaringan tersebut. Ini juga di namakan protokol jaringan yang mengatur tugas-tugas tertentu dalam suatu jaringan internet.
Fungsi dari Application Layer
- Sebagai alat pengumpul informasi dan data yang dikrimkan melalui jaringan. Fungsi pertama, application layer merupakan lapisan atau layer yang berfungsi sebagai pengumpul keseluruhan informasi dan data yang diterima dan yang akan dikirim melalui sebuah jaringan. Ketika user akan menerima data (receiver / recipient) maka application layer akan mengumpulkan seluruh data yang telah sampai untuk kemudian dimunculkan di dalam aplikasi tertentu. Begitupun sebaliknya, ketika user akan mengirimkan data, maka application layer akan mengumpulkan keseluruhan data di dalam aplikasi tertentu, dan kemudian meneruskan data tersebut ke presentation layer untuk didefinisikan dan diproses lebih lanjut ke dalam jaringan.
Cara Setting Ip Address Static di Linux Ubuntu Server
| Setting IP Address Static Ubuntu Server |
Address merupakan identitas sebuah komputer yang tersambung kedalam jaringan agar bisa dikenali oleh komputer lainnya, dengan syarat masing-masing identitas itu tidak boleh ada yang sama antara satu dengan lainnya, identitas tersebut adalah computer name dan IP Address. Apabila dalam satu area jaringan terdapat kesamaan identitas baik nama komputer ataupun IP Address maka salah satu dari komputer itu tidak akan tersambung ke jaringan, sebagai penanda terjadinya kesamaan nama komputer biasanya muncul critical "duplicate comptuer name", dan apabila teradapat kesamaan IP Address biasa nya muncul critical "conflict ip address". pada artikel kali ini saya akan coba sharring cara Setting IP Address pada Ubuntu Server bisa dilakukan dua cara yaitu secara dinamis (dhcp) dan manual (static).
Langkah-Langkah setting IP Addres Static di Ubuntu Server adalah sebagai berikut :
1. Buka terminal Ubuntu nya,
kemudian masuk ke root dengan perintah : "sudo su" (tanpa tanda petik) enter,
kemudian masukkan password ubuntu nya
2. Pertama edit file /etc/network/interfaces dengan cara mengetikkan perintah :
sudo nano /etc/network/interfaces lalu tekan enter
3. Maka kita akan menemukan isi file interface seperti dibawah :
auto eth0
iface eth0 inet dhcp
keterangan : eth0 di atas adalah Lan card, yang akan kita setting menjadi static, sedangkan jika 3. menggunakan koneksi wireless, maka harusnya adalah wlan0.
4. Ganti kode yang di atas menjadi
auto eth0
iface etho inet static
address 192.168.1.10
netmask 255.255.255.0
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.1.255
gateway 192.168.1.1
jika telah selesai simpan dengan cara menekan tombol Ctrl + X enter, selanjutnya tekan tombol Y enter
5. Langkah selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah mensetting DNS Server dengan mengedit di file /etc/resolc.conf caranya ketikan perintah sudo nano /etc/resolvc.conf kemudian enter
setting nama server 1 dan 2
nameserver 8.8.8.8
nameserver 8.8.4.4
jika telah selesai simpan dengan cara menekan tombol Ctrl + X enter, selanjutnya tekan tombol Y enter
Selanjutnya restart koneksinya dengan mengetikan perintah sudo /etc/init.d/networking restart
cek ip address sobat dengan mengetikkan perintah ip addr lalu enter
Inilah artikel cara Setting IP Address Ubuntu server menjadi manual (static) semoga bermanfaat..!!!
SUmber : http://network-28.blogspot.com/2013/09/cara-setting-ip-address-static-di-linux.html
| Setting IP Address Static Ubuntu Server |
Sumber : https://www.youtube.com/watch?time_continue=20&v=Iz3EzYao2Xs
1. ROUTER

Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh lapis OSI.
2. PROTOCOL LAPISAN JARINGAN
adalah protokol lapisan jaringan yang digunakan oleh protokol TCP/IP untuk melakukan pengalamatan dan routing paket data antar host-host di jaringan komputer berbasis TCP/IP.
Pada lapisan TCP/IP mendukung IP dan didukung oleh protokol-protokol lainnya, yakni sebagai berikut:
Pada lapisan TCP/IP mendukung IP dan didukung oleh protokol-protokol lainnya, yakni sebagai berikut:
- IP (Internetworking Protocol)
- ARP (Address Resolution Protocol)
merupakan protokol yang digunakan untuk menyesuaikan/mengetahui alamat IP berdasarkan alamat fisik(Physical Address) dari sebuah komputer.
- RARP (Reverse Address Resolution Protocol)
- ICMP (Internet Control Message Protocol
- IGMP (Internet Group Message Protocol)
3. NAT
NAT adalah pengalihan suatu alamat IP ke alamat yang lain. Dan apabila suatu paket dialihkan dengan NAT pada suatu link, maka pada saat ada paket kembali dari tujuan maka link ini akan mengingat darimana asal dari paket itu, sehingga komunikasi akan berjalan seperti biasa.
NAT bekerja dengan mengalihkan suatu paket data dari suatu alamat IP ke alamat IP lainnya. Ketika suatu paket dialihkan maka NAT akan mengingat dari mana asal paket dan kemana tujuan paket itu. Dan ketika ada paket kembali maka NAT akan mengirimkannya ke asal paket. Dengan kata lain host hanya akan menerima paket yang dikirim atau yang dimintanya sehingga komunikasi dapat berjalan dengan baik.
4. ICMP (INTERNET CONTROL MESSAGE PROTOCOL)
adalah protokol yang bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus. Pesan / paket ICMP dikirim jika terjadi masalah pada layer IP dan layer atasnya (TCP/UDP). Pada konsisi normal, protokol IP berjalan dengan baik. Namun ada beberapa kondisi dimana koneksi IP terganggu, misalnya karena Router crash, putusnya kabel, atau matinya host tujuan. Pada saat ini ICMP membantu menstabilkan kondisi jaringan, dengan memberikan pesan-pesan tertentu sebagai respons atas kondisi tertentu yang terjadi pada jaringan tersebut.
Ada dua tipe pesan yang dapat dihasilkan ICMP :
- ICMP Error Message (dihasilkan jika terjadi kesalahan jaringan)
- ICMP Query Message (dihasilkan jika pengirim paket mengirimkan informasi tertentu yang berkaitan dengan kondisi jaringan.
ICMP Error Message dibagi menjadi beberapa jenis :
Sebagai paket pengatur kelancaran jaringan paket ICMP tidak diperbolehkan membebani network. Karenanya paket ICMP tidak boleh dikirim saat terjadi problem yang disebabkan oleh :
- Destination Unreachable, dihasilkan oleh router jika pengirim paket mengalami kegagalan akibat masalah putusnya jalur baik secara fisik maupun logic. Destination Unreacheable dibagi lagi menjadi beberapa jenis :
- Network Unreacheable, jika jaringan tujuan tak dapat dihubungi
- Host Unreacheable, jika host tujuan tak bisa dihubungi
- Protocol At Destination is Unreacheable, jika di tujuan tak tersedia protokol tersebut.
- Destination Host is Unknown, jika host tujuan tidak diketahui
- Destination Network is Unknown, jika network tujuan tidak diketahui
- Time Exceeded, dikirimkan jika isi field TTL dalam paket IP sudah habis dan paket belum juga sampai ke tujuannya. Tiap kali sebuah paket IP melewati satu router, nilai TTL dalam paket tsb, dikurangi satu. TTL ini diterapkan untuk mencegah timbulnya paket IP yang terus menerus berputar-putar di network karena suatu kesalahan tertentu. sehingga menghabiskan sumber daya yang ada.
Field TTL juga digunakan oleh program traceroute untuk melacak jalannya paket dari satu host ke host lain. Program traceroute dapat melakukan pelacakan rute berjalannya IP dengan cara mengirimkan paket kecil UDP ke IP tujuan, dengan TTL yang di set membesar.
Saat paket pertama dikirim, TTL diset satu, sehingga router pertama akan membuang paket ini dan mengirimkan paket ICMP Time Exceeded, kemudian paket kedua dikirim, dengan TTL dinaikan. Dengan naiknya TTL paket ini sukses melewati router pertama namun dibuang oleh router kedua, router ini pun mengirim paket ICMP time Exceeded. - Parameter Problem, paket ini dikirim jika terdapat kesalahan parameter pada header paket IP.
- Source Quench, Paket ICMP ini dikirimkan jika router tujuan mengalami kongesti. Sebagai respons atas paket ini pihak pengirim paket harus memperlambat pengiriman paketnya.
- Redirect, paket ini dikirimkan jika router merasa host mengirimkan paket IP melalui router yang salah. Paket ini seharusnya dikirimkan melalui router lain.
- Echo dan Echo Reply, Bertujuan untuk memeriksa apakah sistem tujuan dalam keadaan aktif. Program ping merupakan program pengisi paket ini. Respondet harus mengembalikan data yang sama dengan data yang dikirimkan.
- Timestamp dan Timestamp Reply, Menghasilkan informasi waktu yang diperlukan sistem tujuan untuk memproses suatu paket.
- Address mask, untuk mengetahui beberapa netmask yang harus digunakan suatu host dalam suatu network.
Sebagai paket pengatur kelancaran jaringan paket ICMP tidak diperbolehkan membebani network. Karenanya paket ICMP tidak boleh dikirim saat terjadi problem yang disebabkan oleh :
- Kegagalan pengririman paket ICMP
- Kegagalan pengiriman paket broadcast atau multicast.
Sumber : pak dinar
Navigation

