Popular Post

Popular Posts

Recent post

Tampilkan postingan dengan label Kerja Proyek. Tampilkan semua postingan

Analisis Orjinalitas Proyek




                     1. Gagasan orisinil dan terintegrasi
a.     Gagasan original
                          (Gagasan pikiran) adalah sesuatu (hasil pemikiran, usulan, keinginan, harapan) yang akan disampaikan penulis kepada pembaca atau pendengarnya. Lebih lanjut, gagasan itu akan dilengkapi dengan fakta, data, informasi dan pendukung lainnya yang diharapkan dapat memperjelas gagasan dan sekaligus meyakinkan calon pembacaanya .Gagasan original adalah gagasan yang masih asli dan di pikirkan sendiri oleh orang tersebut.
        Menurut Widyamartaya (1990) gagasan adalah kesan dalam dunia batin seseorang yang hendak disampaikan kepada orang lain. Gagasan berupa pengetahuan, pengamatan keinginan, perasaan, dan sebagainya. Penuturan atau penyampaian gagasan meliputi penceritaan, pelukisan, pemaparan, dan pembahasan. (Riadi, 2015)


b.     Integrasi
        integrasi adalah sebuah sistem yang mengalami pembauran hingga menjadi suatu kesatuan yang utuh. Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.
        Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing.
Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu :
1)    Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
2)    Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu (wikipedia)


c.     Tim Kerja
         Tim kerja adalah kelompok yang usaha-usaha individualnya menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada jumlah masukan individual. Hal ini memiliki pengertian bahwa kinerja yang dicapai oleh sebuah tim lebih baik daripada kinerja perindividu disuatu organsasi ataupun suatu perusahaan.

                   2.    Otonomi tim kerja
         Menurut saya otonomi tim kerja adalah setiap tindakan yang disarankan oleh pimpinan, mengelola sendiri untuk bertukar informasi, mengembangkan gagasan baru dan memecahkan masalah serta mengkoordinasikan proyek yang rumit (repository)
prinsip-prinsip yang harus dikembangkan agar perbedaan dalam sebuah tim tidak berkembang menjadi suatu konflik. Adapun prinsip-prinsip itu adalah:
1)    Saling menghargai
2)    Mempunyai komitmen dan kepentingan yang sama
3)    Mengembangkan peraturan yang jelas dan transparan
4)    Mampu mengendalikan diri dan menjaga keseimbangan antara emosi dan pikiran
5)    Harus saling mendukung
6)    Bersikap terbuka dan saling percaya
7)    Produktivitas
8)    Evaluasi (ridwan, 2011)

                   3.  Investigasi kelompok secara kolaboratif
            yakni terdapat suatu situasi yang di dalamnya para siswa berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain dengan berbagai informasi dan melakukan pekerjaan secara kolaboratif untuk menginvestigasi suatu masalah, merencanakan, mempresentasikan serta mengevaluasi kegiatan mereka.
model kolaboratif tipe investigasi kelompok.Penelitian ini menggunakan desain kaji-tindak (action research) melalui dua siklus. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa model kolaboratif tipe investigasi kelompok dapatmeningkatkan kualitas proses pembelajaran (Hermawan, 2012)


TUGAS BAB VII

BAB VI
MENGKAJI ULANG RANCANGAN KERJA PROYEK YANG TERPILIH BERSAMA TIM DAN PEMBIMBING SESUAI DENGAN PENGEMBANGAN SIKAP PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN


1. Pengertian Perencanaan
Perencanaan ( Planning ) merupakan proses dasar bagi organisasi untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara mencapainya ( Atharmadhana, 2014 ).
Model Rancangan adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pengembangan ide proyek. ( Kewarganegraan, 2015 ).

2. Ketepatan Asumsi
Asumsi adalah faktor, tujuan perencanaan juga merupakan pertimbangan yang akan menjadi benar, nyata atau tertentu. Asumsi mempengaruhi semua aspek rencana proyek, dan merupakan bagian dari elaborasi progresif proyek. Tim proyek sering mengidentifikasi, mendokumentasi dan memvalidasi asumsi sebagai bagian dari proses perencanaan. Sebagai contoh, jika tanggal ketersediaan orang utama tidak menentu, tim dapat mengasumsikan spesifik tanggal mulainya. Asumsi umumnya melibatkan tingan risiko.
( Abdillah, 2015 ).

3. Sikap Pelaksanaan
Seorangan wirausaha harus berbuat dan bekerja prestatif. Prestatif artinya seorang wirausaha selalu berambisi ingin maju ( Ambition Drive ). Ciri khusus perilaku kerja prestatif adalah ingin selalu maju disegala bidang.
Wirausaha yang kerjanya secara prestatif memiliki kegemaran dan kegilaan pada usahanya atau bisnisnya. Disini seorang wirausaha memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaannya atau tugasnya dan setiap saat pikirannya tidak lepas dari usahanya atau bisnisnya. ( Griselda, 2013 ).

Sumber : https://12tekajeku.blogspot.com/2017/08/kd-36-46_2.html
BAB V
MENGANALISIS KERJA PROYEK BERSAMA TIM UNTUK MENENTUKAN TOPIK KERJA PROYEK YANG AKTUAL DAN SELARAS DENGAN SARAN DAN PRASANA SEKOLAH

1. Managable topic (mempunyai kesanggupan, menguasai pokok masalah)
Salah satu saran yang sangat simpatik adalah “jangan sekali-kali melakukan apapun yang ada di luar jangkauan kemampuan diri sendiri”
Dengan demikian, hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan:
1.1  Apakah latar belakang pengetahuan, kecakapan, dan kemampuan diri sendiri, sudah cukup untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan topic yang akan dikerjakan?
1.2  Apakah waktu, dana telah dipikirkan dengan masak dan mencukupi?
1.3  Apakah topic tersebut dapat memperoleh konsultan/pembimbing dengan mudah?
1.4  Apakah tidak ada hambatan-hambatan dari pihak-pihak lain, berkenaan dengan topic tersebut?
Suatu penelitian tidak akan berhasil dengan memuaskan bilamana mahasiswa tidak mempunyai bekal pengetahuan juga kecakapan tentang cara-cara mencari dan mengolah data yang telah terkumpul.


2. Obtanable Data (Mendapatkan data, Berl)
Suatu topic yang sangat baik belum menjadi jaminan bahwa data-datanyayang tersedia telah mencukupi di dalam penelitiannya, karena data sangat dibutuhkan, baik untuk mengembangkan dan menguji hipotesis.
Selanjutnya untuk mengembangkan hipotesis juga tidak hanya data semata-mata saja yang dibutuhkan, tetapi juga buku-buku, bulletin, majalah, Koran, dan sebagainya sangat dibutuhkan sekali. Demikian pula guna menguji kebenaran hipotesis, mahasiswa harus pergi ke lapangan.
Karena itu, buku-buku bacaan dan teknik pengumpulan dta yagn valid (shohih) dan reliable (dapat dipercaya), gharuslah dikuasai sebaik-baiknya, disamping juga factor lain, misalnya: factor pribadi dan factor-faktor lain di luar haruslah mendapat perhatian sepenuhnya dari si peneliti sendiri.
3. Significance of Topic (maksud, berarti)
Dalam hal ini yang perlu mendapat perhatian adalah:
3.1  Dapatkah pembahasan topic tersebut memberikan sumbangan yang cukup berarti bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada?
3.2   Apakah tidak mungkin bahwa penelitian tersebut hanya dipublikasi saja?
3.3  Mungkinkah penelitian tersebut merupakan pengecekan kembali dari penelitian yang pernah diadakan atau penguji ulangan?
3.4  Apakah topic tersebut betul-betul perlu diteliti karena mempunyai kegunaan yang praktis bagi masyarakat?



4. Interested Topic (Menarik minat)
Reseacher (peneliti) haruslah pandai-pandai membangkitkan esmangat minatnya sendiri terhadap suatu topic yang akan diteliti dan dibahasnya. Tanpa adanya minat yang besar, maka semua usahanya tak akan berhasil, bahkan sia-sia saja.
Oleh sebab itu, yang perlu menjadi perhatian adalah:
4.1   Dengan topic yang telah dikemukakan maka minatnya haruslah dibangkitkan sebaik-baiknya, agar penelitian dapat dixselesaikan dengan sukses
4.2  Tentu saja kesuksesan tersebut tanpa diikuti suatu keinginan yang menyimpang. Mendorong timbulnya minat yang kuat tersebutm, semata-mata untuk mencari scientidfic truth, bukan untuk “membuktikan kebenaran” pendapat pribadi dimana kemungkinan hal itu dilakukan tanpa kesenagajaan karena dinilai kurang objektif.
4.3  Data dikumpulkan sepanjang dapat memperkuat pendapat prhibadi, sehingga sekiranya melemahkan atau bertentangan, data tersebut dilenyapkan/dihilangkan. Bila telah memilih kerelaan untuk bekerja tanpa prasangka (merasa benar sendiri)



5. Mengembangkan Problematik
Tidaklah heran kalau mahasiswa merasa bingung untuk menemukan atau  problematic suatu penelitian yang ingin dilaksanakan. Mahasiswa yang sedang mencari dan mengembangkan problematic umumnya merasa gelisah bahkan cemas. Mengapa demikian? Hal ini terjadi kemungkinan besar karena kurang luasnya pengetauan yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti disamping kelemahan metodologi. Oleh sebab itu perlu diperhatikan beberapa hal di bawah ini:
5.1  Usahakan menjadi sarjana yang dapat membina dan mengembangkan spesialisasi kerja samannya.
5.2  Sikap gemar dan tekun membaca buku-buku banyak relevansinya dengan            spesialisasinya, secara kritis, disamping gemar mendengarkan kuliah-kuliah, diskusi-diskusi, secara seksama dan berusahalan melatih diri untuk berpikir secara logis.
5.3  Sikap rajin mencari bahan-bahan penelitian yang mutakhir.
5.4  Usaha menjadi sarjana yang dapat membina dan mengembangkan spesialisasi kesarjanaannya

Sumber:
Amirul Hadi, 1998, Metodologi Penelitian Pendidikan II, Pustaka Setia: Bandung

TUGAS BAB V

1.1. Aturan membentuk tim kerja
1.  Kesatuan tujuan
  Prinsip kesatuan tujuan tersebut mencakup kesamaan visi, misi, sasaran dan program kerja tim. Jika suatu program garapan ataupun proyek harus diselesaikan dalam kurun suatu periode waktu tertentu maka pola pelaksanaan kerja tim juga harus disesuaikan dengan prinsip kesatuan tujuan.
2.  Efisiensi dan efektif
    Suatu tim efisien apabila setiap anggota menyelesaikan tugas ataupun pekerjaan secara cepat, efisien serta efektif. Suatu tim yang efisien ialah tim yang bekerja tanpa pemborosan serta kecerobohan, sehingga member kepuasan kerja. Suatu tim disebut efektif apabila telah memiliki cirri-ciri berikut ini :
a)      Tujuan yang jelas dan operasional
Suatu tim harus mempunyai tujuan yang jelas dan operasional agar dapat dikerjakan serta dicapai secara nyata oleh semua anggota tim.
b)      Keterampilan yang memadai
Setiap anggota tim harus mempunyai kompetensi maupun keterampilan yang memadai agar mampu bekerja dalam tim dengan baik
c)      Komitmen
Setiap anggota tim harus mempunyai komitmen yang jelas terhadap misi pekerjaannya.
d)     Saling percaya
                   Setiap anggota tim harus mempunyai rasa saling percaya antar anggota.
e)      Komunikasi yang baik
Dalam tim harus terjalin proses komunikasi yang baik. 
f)       Kemampuan negosiasi
Tim yang efektif bersifat luwes serta terus menerus mengadakan penyesuaian. 
g)      Kepemimpinan yang tepat
Pimpinan tim harus bias memotivasi para anggotanya agar mau mengikuti perkembangan serta perubahan yang terjadi.
1.2. Tahap-tahap pembentukan tim kerja
1.      Tahap 1 (forming)
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas.
2.      Tahap 2 (storming)
Kelompok mulai mengenmbangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi.
3.      Tahap 3 (norming)
Terdapat kesepakatan dan consensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas.
4.      Tahap 4 (performing)
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervise eksternal.
5.      Tahap 5 (adjourning dan transforming)
Adjourning dan transforming tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri.   
1.3. Beberapa masalah utama dalam pembentukan tim kerja
1.      Masalah kepemimpinan
Masalah kepemimpina bersifat strategis karena dapat menentukan efektif tidaknya proses kelompok.
2.      Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah biasanya merupakan inti dari tugas atau misi kelompok .
3.      Komunikasi
Komunikasi merupakan kumpulan dari para individu yang berinteraksi satu sama lain sehingga masalah komunikasi memegang pesan sentral.
4.      Konflik
Perbedaan kepentingan dan harapan-harapan yang ada didalam kelompok boleh jadi tidak dapat dihindari.
1.4. Kriteria anggota tim kerja
1.      Kejujuran
Pondasi utama seseorang manusia adalah kejujuran. Hal inilah yang menjadi kriteria anggota tim.
2.      Pengalaman
Pengalaman adalah guru yang paling berharga
3.      Attitude (sikap)
Dengan merekut anggota tim yang attitude nya bagus maka suasana kerja akan kondusif.
4.      Pendidikan dan kecerdasan
Kebanyakan orang tidak terlalu memperhitungkan pendidikan dan kecerdasan yang tinggi sebagai kriteria utama dalam mencari anggota tim. Hal itu dikarenakan adanya  anggota tim yang pintar dan bertitel bagus.
5.      Motivasi
Anggota tim dapat dilihat dari motivasinya “hanya ingin mencari pengalaman “maka jauhilah tipe yang seperti ini. Sebaliknya, apabila motivasinya “ingin menghidupi keluarga” maka tipe seperti ini akan lebih serius dalam bekerja.
                                      

BAB I Kerja Proyek

1.1. Identifikasi Proyek
Identifikasi proyek adalah Informasi yang akurat, dapat diandalkan dan mencukupi sangat dibutuhkan supaya:
1)      Perencanaan dapat berjalan efektif dan efisien.
2)      Waspada terhadap semua faktor dan kejadian yang dapat mempengaruhi proyek, misalnya konteks lokasi proyek.
3)      Memahami penyebab masalah atau isu yang berkembang.
4)      Mengetahui apa yang sudah dikerjakan orang lain, guna menghindari duplikasi dan melihat peluang kerjasama yang dibutuhkan.
5)      Menjelaskan langkah yang paling sesuai untuk menanggapi kebutuhan atau mengatasipermasalahan.
6)      Membenarkan masukan dan penggunaan sumberdaya. (faisal, 2016).
Langkah pertama dalam siklus proyek adalah mengidentifikasi isyu yang mungkin dapat ditangani oleh suatu proyek. Biasanya untuk ini diperlukan ‘penilian kebutuhan’ untuk mengetahui apa saja kebutuhan masyarakat dan siapa saja yang terpengaruh. Hanya pada waktu kita mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, kita dapat merancang proyek yang efektif. ‘Penilaian Kebutuhan’ ditindak lanjuti dengan ‘penilaian kapasitas’ untuk mengetahui kekuatan apa saja yang dimiliki oleh masyarakat tersebut yang dapat digunakan untuk menangulangi masalah yang ada.Proyek harus bertujuan untuk memperkuat kelemahan yang ada. Beberapa orang memilih untuk mengunakan istilah ‘appreciative enquiry’ dari pada ‘penilaian kebutuhan’ dan ‘penilaian kapasitas’. Dalam hal ini, proses dimulai dengan ‘penilaian kapasitas’ dengan bertanya kepada masyarakat untuk mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki dan harapan mereka untuk mengunakannya di kemudian hari.
1.2. Formulasi proyek
   Formulasi kebijakan publik adalah langkah yang paling awal dalam proses kebijakan public secara keseluruhan. Oleh karenanya, apa yang terjadi pada fase ini akan sangat menentukan berhasil tidaknya kebijakan publik yang dibuat itu pada masa yang akan datang.
       Menurut Anderson (Dalam Winarno, 2007 : 93) formulasi kebijakan menyangkut upaya menjawab pertanyaan bagaimana berbagai alternatif disepakati untuk masalah masalahyang dikembangkan dan siapa yang berpartisipasi.
       Lindblom (dalam Solichin Abdul Wahab, 1997:16)mendefinisikan formulasi kebijakan publik ( public  policy making ) merupakan proses politik yang amat kompleks dan analisis dimana tidak mengenal saat dimulai dan diakhirinya dan batas dariproses itu sesungguhnya yang paling tidak pasti,serangkaian kekuatan yang agak kompleks itu kita sebut sebagai pembuatan kebijakan publik, itulah yang kemudian membuahkan hasil yang disebut kebijakan.
       formulasi memiliki 5 tahap implementasi sebagai berikut :
Tahap I
Pengumpulan dan Analisis Keterangan Strategis. Adalah tugas para eksekutif organisasi untuk dapat menilai kecenderungan-kecenderungan yang terjasi pada saat ini dan yang akan datang baik dari segi eksternalnya (pasar, persaingan, teknologi, regulasi, dan keadaan ekonomi) maupun segi internalnya (nilai organisasi, keunggulan dan kemampuan, hasil produkdan pasar,dan kebijakan strategis yang lalu)
Tahap II
Formulasi Strategi. Tim ini pulalah harus memeriksa beberapa masa depan alternatif dan menyeleksinya serta menciptakan profil atau visi strategis yang berfokuskan pada ke sembilan pertanyaan tersebut. Kekuatan formulasi sangat tergantung pada kekuatan proses yang dilalui atau yang dialami oleh tim dalam membuat keputusan.
Tahap III
Perencanaan Proyek Induk Strategis. Dengan menggunakan metode management proyek yang canggih dan benar dimana rencana disusun, dijelaskan, diprioritaskan, ditahap-tahapkan, dijadwalkan, disumberdayakan dan diimplementasikan serta dipantau (diawasi), maka proyek-proyek tersebut dapat dioptimalkan dalam suatu portofolio.
Tahap IV
Implementasi Strategi. Tahap ini adalah tahap pelaksanaan (implementasi) yang mana kualitas suatu proyek sangat diharuskan.Untuk itu dibutuhkan suatu sistem komunikasi yang handal, cepat dan akurat yang dimulai dari tingkat rendah (lower management) hingga ke tingkat yang tinggi (top management).
Tahap V
Pemantauan, Peninjauan dan Pembaharuan Strategi.Di tahap ini dibutuhkan indikator internal (kemajuan di bidang tujuan dan langkah strategis, kemajuan proyek) maupun indikator eksternal (validitas asumsi dasar yang menjadi penciptaan visi).Umpan balik (feedback) dari berbagai sumber kegiatan baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang harus dioptimalkan secara terus menerus.
1.3. Mind Maping
Pengertian mind maping
       Maping pertama kali dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang Psikolog dari Inggris. Beliau adalah penemu  Mind Map (Peta Pikiran), Ketua Yayasan Otak, pendiri Klub Pakar (Brain Trust) dan pencipta konsep Melek Mental. Mind map diaplikasikan di bidang pendidikan, seperti teknik, sekolah, artikel serta menghadapi ujian
      Mind maping dapat diartikan sebagai proses memetakan pikiran untuk menghubungkan konsep-konsep permasalahan tertentu dari cabang-cabang sel saraf membentuk korelasi konsep menuju pada suatu pemahaman dan hasilnya dituangkan langsung di atas kertas dengan animasi yang disukai dan gampang dimengerti oleh pembuatnya. Sehingga tulisan yang dihasilkan merupakan gambaran langsung dari cara kerja koneksi-koneksi di dalam otak.
Mind maping adalah cara mengembangkan kegiatan berpikir ke segala arah, menangkap berbagai pikiran dalam berbagai sudut. Mind maping mengembangkan cara berpikir divergen dan berpikir kreatif. Mind mapping yang sering kita sebut dengan peta konsep adalah alat berpikir organisasional yang sangat hebat yang juga merupakan cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi itu ketika dibutuhkan (Tony Buzan , 2008:4). Menurut Tony Buzan, Mind Maping dapat membantu kita untuk banyak hal seperti : merencanakan, berkomunikasi, menjadi lebih kreatif, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, mengingat dengan baik, belajar lebih cepat dan efisien serta melatih gambar keseluruhan.
    Manfaat Mind Maping
     Ditinjau dari segi waktu Mind maping juga dapat mengefisienkan penggunaan waktu dalam mempelajari suatu informasi.Hal ini utamanya disebabkan karena metode ini dapat menyajikan gambaran menyeluruh atas suatu hal, dalam waktu yang lebih singkat. Dengan kata lain, Mind maping mampu memangkas waktu belajar dengan mengubah pola pencatatan linear yang memakan waktu menjadi pencatatan yang efektif yang sekaligus langsung dapat dipahami oleh individu.
Beberapa manfaat metode pencatatan menggunakan Mind mapping, antara lain:
1.      Tema utama terdefinisi secara sangat jelas karena dinyatakan di tengah.
2.      Level keutamaan informasi teridentifikasi secara lebih baik. Informasi yang memiliki kadar kepentingan lebih diletakkan dengan tema utama.
3.      Hubungan masing-masing informasi secara mudah dapat segera dikenali.
4.      Lebih mudah dipahami dan diingat.
5.      Informasi baru setelahnya dapat segera digabungkan tanpa merusak keseluruhan struktur Mind mapping, sehingga mempermudah proses pengingatan.
6.      Masing-masing Mind mapping sangat unik, sehingga mempermudah proses pengingatan.
7.      Mempercepat proses pencatatan karena hanya menggunakan kata kunci.
Kelebihan mind mapping
a)      Cara ini cepat
b)      Teknik dapat digunakan untuk mengorganisasikan ide-ide yang muncul dikepala anda
c)      Proses mengganbar diagram bisa memunculkan ide-ide yang lain.
d)     Diagram yang sudah terbentuk bisa menjadi panduan untuk menulis.
Kekurangan mind mapping:
a)      Hanya siswa yang aktif yang terlibat
b)      Tidak sepenuhnya murid yang belajar.
c)      Jumlah detail informasi tidak dapat dimasukkan
Agar dapat memenuhi fungsi-fungsi di atas maka informasi dalam Mind Map disajikan dengan cara menggabungkan kata dan gambar. Kata yang dipilih merupakan kata kunci (keyword) yang dapat memberikan efek stimulasi baik dalam logika berpikir maupun secara emosional. Sedangkan gambar yang dipilih disesuaikan dengan asosiasi terhadap kata kunci sehingga berfungsi mengaktifkan kelima indra dan kreativitas. Lewat penggunaan gambar, informasi yang dicatat seolah-olah bisa didengarkan, disentuh, dirasakan, dicium dan dilihat.

Sumber :        (http://memperbaikirouteranalisa.blogspot.co.id/2016/08/normal-0-false-false-false-in-x-none-x_3.html?view=flipcard)
        (http://nyapoaku321.blogspot.co.id/2016/08/pengembangan-ide-proyek.html)

      (http://febrinputragandhira.blogspot.co.id/2016/07/pengembangan-ide-proyek.html)

- Copyright © Ilham Maulana - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -